RANCABUNGUR || BOGORFAKTUAL - Anggota MPR RI sekaligus Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si., menekankan pentingnya penguatan persatuan dan nasionalisme bangsa dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama pemuda dan mahasiswa di Kabupaten Bogor, pada Selasa, (10/2/3/2026).

Bertempat di Politeknik Digital Boash Indonesia, dan berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 11.30 WIB. Sosialisasi ini diikuti dengan antusias oleh pemuda-pemudi, khususnya dari wilayah Rancabungur.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Direktur Politeknik Digital Boash Indonesia, Abi Manyu, beserta jajaran civitas akademika sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan kampus.

Dalam sambutannya, Achmad Ru’yat mengapresiasi semangat generasi muda yang hadir dan aktif mengikuti kegiatan kebangsaan. Menurutnya, keterlibatan pemuda menjadi faktor penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Alhamdulillah, pemuda-pemudi Ranca Bungur berkumpul dengan sangat luar biasa dan ramai. Ini menunjukkan semangat nasionalisme yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi ideologi yang kuat, yaitu Pancasila, serta konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang adaptif menghadapi perubahan zaman. Dengan bentuk NKRI yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia mampu bertahan di tengah dinamika global.

Achmad Ru’yat juga menyinggung sejumlah negara yang mengalami perpecahan akibat lemahnya konsolidasi nasional. Berbeda dengan itu, Indonesia dinilainya masih tetap kokoh dan harus terus dijaga bersama.

“Negara-negara lain ada yang pecah, seperti Yugoslavia dan Uni Soviet. Tetapi NKRI masih berdiri kokoh, dan itu harus kita pertahankan,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Achmad Ru’yat menyampaikan materi Empat Pilar Kebangsaan, meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia yang bermakna berbeda-beda tetapi tetap satu. Ia mengajak generasi muda untuk mengamalkan nilai toleransi, saling menghormati, dan bekerja sama dalam keberagaman.