GUNUNG SINDUR || BOGORFAKTUAL - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RepubIik Indonesia ke-80, yayasan Cimande Al Hikmah Ustz Mahrudin, mempersembahkan Seni Budaya Debus yang dikenal, karena menampilkan pertunjukan-pertunjukan yang ekstrem dan tak lazim, di mana para pemainnya menunjukkan kekebalan tubuh terhadap senjata tajam atau benda-benda berbahaya lainnya. Acara tersebut Berlangsung, pada Minggu (17/8 /2025), di Desa cibadung, kecamatan Gunung Sindur kabupaten Bogor.
Asal-Usul dan Sejarah debus berasal dari bahasa Arab, "dabus," yang berarti sejenis senjata tajam dari besi yang ujungnya melengkung.
Seni ini berkembang pada masa kekuasaan Sultan Maulana Hasanuddin, sekitar abad ke-16. Awalnya, debus digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan agama Islam dan juga untuk membangkitkan semangat juang rakyat melawan penjajah.
Seiring waktu, debus tidak lagi hanya menjadi bagian dari syiar agama, tetapi juga berkembang menjadi seni pertunjukan yang menghibur dan sarat akan nilai-nilai mistis.
Ciri Khas dan pertunjukan-pertunjukan debus memiliki beberapa ciri khas utama, yaitu, Atraksi Ekstrem: Para pemain menunjukkan kekebalan dengan menusuk perut, lengan, atau bagian tubuh lain menggunakan pisau, paku, atau benda tajam lainnya tanpa terluka. Ada juga atraksi menyiram tubuh dengan air keras, mengunyah pecahan kaca, atau membakar diri.
Ritual dan Doa, sebelum memulai pertunjukan, para pemain biasanya melakukan ritual khusus dan membaca doa-doa tertentu untuk "mengisi" tubuh mereka dengan energi atau kekebalan.
Musik Pengiring, pertunjukan Debus diiringi oleh musik tradisional yang dinamis, seperti tabuhan gendang, bedug dan alat musik lain yang membangkitkan suasana mistis.
Gerakan dan Jurus, selain kekebalan, para pemain juga menampilkan gerakan-gerakan atau jurus silat yang indah dan penuh makna.
Dari nilai Filosofis, di balik pertunjukan yang ekstrem, debus mengandung nilai-nilai filosofis yang mendalam, yaitu Ketahanan dan Keberanian: Debus mengajarkan pentingnya ketahanan mental dan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup.


