PARUNG || BOGORFAKTUAL - Tahun ajaran baru 2025 / 2026 di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negri 2 parung bogor di keluhkan orang tua siswa, seorang ibu dari calon siswa yang mendaftar anaknya untuk masuk sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negri 2 bogor. Pasalnya hal tersebut calon siswa harus membayar uang infak bahkan ada juga  yang harus dibeli, seperti seragam dan lainnya.

"Pendaftaran memang tidak di pungut biaya tapi ada saja biaya yang harus di bayar seperti uang infak wajib Rp800 ribu, belum lagi harus beli buku LKS (Paket) seragam, dan biaya escol Rp 30 ribu per bulan harus di bayar dimuka 3 bulan sekali gus, apa pun nama atau judul tetap pake duit yang ujung ujungnya memberatkan orang tua siswa,"  keluh orang tua calon siswa yang tidak mau di sebutkan namanya kepada wartawan usai rapat walimurid di sekolah, pada Sabtu (22/03/2025) 

Sementara itu, Kepala tata usaha (TU) Mulyadi Madrasah Ibtidaiyah Parung 2  membenarkan, ada penerimaan pendaftaran siswa siswi baru sebanyak 127 orang.

"Pada pwnerimaan siswa/siswi Tahun ajaran 2025/ 2026 dipungut biaya infak untuk pembangunan gedung ibadah (mushola) sebesar Rp 800 ribu per siswa itupun hasil musyawarah antara orang tua siswa dan komite sekolah, tapi kalau Buku LKS dan seragam , sekolah tidak menjual, buku paket LKS dan seragam silahkan beli di luar sekolah," ungkap Mulyadi.

Perlu diketahui bahwa gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melarang sekolah adanya pungutan bahkan juga melarang sekolah mengadakan tour.

Penulis: Rahmat