LEUWILIANG || BOGORFAKTUAL -  Dalam pemilihan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Leuwiliang periode 2025-2030 telah melaksanakan Musyawarah Kecamatan ke-IV Tahun 2025. Acara tersebut digelar di Aula Kecamatan Leuwiliang, pada Sabtu (8/11/2025) yang dihadiri oleh MUI Kabupaten Bogor,  pengurus MUi Kecamatan Leuwiliang H.Taufikurrahman, DR KH Rukiat MAg, Camat Leuwiliang Pelitawan SH MSi serta Ormas.

Camat Leuwiliang Pelitawan SH MSi, sangat mengapresiasi dengan adanya Muscam ke IV MUI  untuk memilih Ketua MUI Kec.Leuwiliang masa bakti 2025-2030.

"Dengan adanya ketua terpilih nanti akan tetap berkolaborasi dan kesinergian dengan Muspika serta keharmonisan dengan Ormas-ormas Islam yang ada di Kecamatan Leuwiliang, agar tercipta persatuan dan kesatuan dalam beragama," harap Camat Pelitawan.

Sementara itu, Ketua MUI terpilih periode 2025 - 2030. DR KH Rukiat MAg mengucapkan, "terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada Saya, semoga dapat menjalankan Amanah bersama-sama," ungkap Ketua MUI terpilih DR KH Rukiat MAg.

Ditempat yang sama, terkait Muscam ke -V Ustad H Dadeng (Puraseda) menerangkan bahwa Musyawarah tingkat Kecamatan mengundang Organisasi Islam untuk mendukung Ulama, Muhammadiyah, NU, PUI, MA.

"Alhamdulillah sudah hadir semua baik perwakilan maupun para ketua beserta jajarannya," ujar Ustad H Dadeng .

Lebih anjut, Ustad H.Dadeng, dengan sistem Formatur berdasarkan jumlah suara, menentukan suara peserta yang hadir kurang lebih ada 60 orang peserta yang ada undangan lebih dari 100 orang peserta mewakili dari setiap Desa, mewakili ketua MUI, Sekretaris dan Bendahara diwakili 4 Desa termasuk Kecamatan.

"Majelis Ulama Indonesia ini terjaga dan punya Wasilah Perdamaian antar Organisasi,  perdamaian antar Lembaga Organisasi Masyarakat, siap berkolaborasi dengan MUI, karena M U I merupakan Lembaga yang Legal juga ada di struktur Pemerintahan untuk itulah mari Kita jaga Silaturrahmi, membangun Kolaborasi dan menciptakan Kesinergian dengan Muspika, mengawasi Kondusifitas Keagamaan yang ada diwilayah dari gangguan seperti adanya Aliran Sesat," tutup Ustad H Dadeng.

Penulis:  Habib/Hadi Koswara.