SUKAMAKMUR || BOGORFAKTUAL - Pasar Tradisional Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor yang pernah dibangun pada masa Kades Anshori Setiawan (saat ini menjadi anggota DPRD Kab. Bogor), terlebih kondisi pasar bagian belakang tak terurus banyak tumpukan sampah yang sudah menggunung bahkan membusuk hingga menyengat hidung setiap warga yang berada disekitar, para pengguna jalan yang melintas termasuk jamaah Masjid Raya Al-Anshori berada di depan pasar ikut merasakan aroma bau yang tidak sedap..

Adanya keluh kesah warga media ini yang lakukan investigasi ke lokasi pasar, pada Kamis (25/04/2025) dan diketahui sampah sampah pasar yang menumpuk dibelakang tersebut  tidak ditangani secara serius oleh Kepala Pasar.

Menurutnya, sejumlah warga pasar dan selaku pemilik kios yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa keberadaan sampah yang menumpuk sudah lama tidak ditangani oleh pengelola pasar,

"Padahal setiap harinya ada pungutan untuk uang sampah dan keamanan terus berjalan," keluhnya.

Untuk itu, warga sekitar berharap, agar masalah sampah bisa teratasi dan tidak mengundang wabah penyakit.

Dilokasi terpisah, Ahmad Sukirman yang biasa disapa Komed adalah seorang mantan pengelola pasar kala itu mengungkapkan bahwa dirinya sekarang tidak lagi jadi pengelola pasar.

Sementara itu, Kasie Pemerintahan Desa Sukamakmur mengatakan, masalah sampah yang menumpuk tidak dipungkiri sering kali tercium bau menyengat hidung.

"Jika ada hembusan angin ini sangat dirasakan warga yang berdekatan dengan pasar," ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan  Kepala pasar Muhtiar saat dikonfirmasi sedang tidak ada dilokasi.