KELAPANUNGGAL || BOGORFAKTUAL – Puluhan warga Desa Bantarjati, Kecamatan Kelapanunggal, Kabupaten Bogor, menggelar aksi damai di depan pabrik PT Indofood Sukses Makmur, Senin (2/3/2026).
Aksi tersebut dipicu kekecewaan warga terkait dugaan praktik bisnis dalam proses penerimaan tenaga kerja serta minimnya prioritas bagi tenaga kerja lokal.
Aksi yang diikuti Forum Masyarakat Bantarjati (FMB), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan Karang Taruna itu menyoroti informasi rencana penutupan penerimaan tenaga kerja untuk wilayah sekitar perusahaan. Kondisi tersebut dinilai semakin menyulitkan warga yang tengah mencari pekerjaan.
Dalam orasinya, perwakilan warga menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, dugaan adanya pungutan biaya terhadap calon pekerja berkisar Rp1 juta hingga Rp3 juta untuk bisa bekerja di perusahaan tersebut. Kedua, kurangnya prioritas bagi tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen.
“Kami meminta perusahaan bermitra dan bekerja sama dengan warga untuk menyalurkan tenaga kerja lokal,” ujar Maulana, Ketua Karang Taruna Desa Bantarjati.
Ia menegaskan, apabila benar terdapat pungutan biaya kepada calon pekerja, hal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya Pasal 35 ayat (1) yang melarang pengusaha menarik biaya dari pekerja untuk kepentingan pengusaha.
“Kami berharap perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal tanpa membebani biaya tambahan. Jika masyarakat harus membayar hingga Rp3 juta untuk bekerja, itu jelas merugikan dan berpotensi melanggar aturan,” tegas Maulana.
Selain persoalan rekrutmen, warga juga menyinggung dugaan kasus pelecehan terhadap karyawan perempuan yang melibatkan oknum sekuriti, serta kasus pencurian ratusan karton mi instan oleh oknum berinisial AI. Warga menilai penanganan kasus tersebut belum transparan dan meminta perusahaan bersikap tegas serta terbuka.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Tenaga Kerja untuk meningkatkan pengawasan terhadap proses rekrutmen serta memperluas pelatihan dan penyerapan tenaga kerja lokal melalui kerja sama dengan lembaga kemasyarakatan dan Karang Taruna.


